Yosowilangun Kidul, 17 Juli 2025 — Balai Desa Yosowilangun Kidul pagi ini dipenuhi semangat kebersamaan lintas generasi dalam pelatihan pembuatan Penjor Janur. Tak hanya generasi muda yang hadir, para senior dan tokoh masyarakat pun turut berpartisipasi. Selain itu, mahasiswa dari program KKN kolaborasi juga terlibat sebagai peserta aktif, belajar bersama warga dalam menggali nilai-nilai tradisi desa.
Dengan mengusung tema "Merajut Tradisi, Menjaga Warisan: Pelatihan Penjor Janur untuk Generasi Muda", kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali kearifan lokal melalui praktik keterampilan tradisional secara langsung.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah desa yang bertujuan menjaga serta meneruskan warisan budaya kepada seluruh elemen masyarakat. Keikutsertaan para generasi muda, senior, tokoh masyarakat, hingga mahasiswa KKN kolaborasi diharapkan memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong dalam memelihara tradisi.
Perangkat desa menegaskan, selain melatih keterampilan teknis, pelatihan ini juga membuka ruang pemahaman mendalam mengenai filosofi penjor sebagai simbol budaya dan identitas masyarakat setempat.
Pada sesi awal, pemateri menjelaskan sejarah penjor yang penting bagi masyarakat Hindu, sebagai wujud rasa syukur dan hormat kepada Sang Hyang Widhi serta simbol keselamatan dan kemakmuran melalui figur naga Basuki. Seiring perkembangan, penjor kini lekat pada berbagai perayaan seperti pernikahan, khitanan, selamatan desa, sampai acara pesta rakyat. Aneka bentuk dan kreasi penjor pun melambangkan kreativitas masyarakat dari masa ke masa.
Sesi pelatihan berlangsung hangat dan penuh interaksi. Seluruh peserta, baik kaum muda, senior, tokoh masyarakat, maupun mahasiswa KKN kolaborasi, mendapatkan kesempatan belajar langsung mengenai teknik merangkai janur menjadi penjor dengan beragam pola serta menggali makna di balik tiap detail karya yang dihasilkan.
Keterlibatan lintas generasi, termasuk peserta mahasiswa KKN kolaborasi, membuat pelatihan ini semakin semarak dan inklusif. Harapannya, ke depan penjor janur tidak sekadar menjadi simbol adat dan identitas lokal, tetapi juga mampu menjadi peluang usaha produktif yang memperkuat ekonomi desa.
Dengan sinergi seluruh peserta, kegiatan ini memperkokoh komitmen bersama dalam melestarikan warisan budaya sembari membuka potensi ekonomi kreatif berbasis tradisi di Desa Yosowilangun Kidul.
KembaliCopyright © 2020 Diskominfo Kab. Lumajang - Dibuat dengan penuh